Minggu, 25 Januari 2009

Cilellang 01

Hari Sabtu tanggal 10 Januari 2009 kami trip ke perbatasan Kabupaten Barru dan Kota Parepare, nama lokasinya adalah Cilellang. Katanya disana kita mancing di muara.
Tidak semua anggota tim bisa ikut. Bro Danil, Bro Abs, dan Bro Moes lagi sibuk, Bro Ndian lagi jagain rumah (ntar rumahnya lari katanya) sedangkan Bro Lewa lagi jagain istri, soalnya hari sebelumnya (9 januari 2009) beliau mendapat momongan. Selamat yaaaa….. Satu lagi, Bro Youdhi juga tidak bisa ikut karena lagi mempersiapkan diri untuk ujian meja. Semoga sukses Bro…..
Jadi yang ikut trip kali ini hanya Bro Ndial, Bro Gassing, Bro A’als, Bro Real, Bro Nui, Bro Jago, dan Bro Zoel.
Pukul 14.30 kami berangkat meninggalkan kota Maros. Perjalanan lumayan melelahkan karena jalan banyak yang berlubang (maklum musim hujan). Pukul 17.00 perut mulai keroncongan (bugis: malupu’). Untungnya begitu sampai di kota Barru, Bro A’als inisiatif mau traktir makan disalah satu warung pinggir jalan. Singkat kata, begitu selesai makan dan ingin membayar, seluruh isi perut rasanya hilang lagi. Ternyata harga satu porsi Rp. 30.000. Sebenarnya harga tidak begitu masalah, hanya saja perbandingan harga dan makanan sangat tidak sebanding. Sekedar gambaran, satu porsi itu terdiri dari :

1 piring nasi
3 ekor udang (sebesar telunjuk)
1 mangkuk sup
+ rasa yang biasa-biasa saja

Sebanding tidak ???!!!
Ampuuuuuuuuunnn ………………………………
I Swear, saya tidak akan makan lagi di tempat itu kalau tidak ditraktir. (hehheee…)

Pukul 17.30 perjalanan dilanjutkan. Sekitar pukul 18.00 kami tiba disalah satu pesantren di pinggiran kota Barru (sekitar 15 km dari tujuan). Setelah shalat Magrib, kami masih tinggal sekitar 2 jam karena Bro Ndial ada beberapa urusan di Pesantren ini.
Sekitar Pukul 20.00 perjalanan dilanjutkan, dan akhirnya 20 menit kemudian kami tiba di lokasi.
Begitu tiba di rumah tempat kami menginap, ternyata hujan masih turun. Sekedar informasi, sejak start dari kota Maros sampai di lokasi tujuan hujan tidak pernah berhenti mengguyur. Jadi kalau dihitung-hitung, kami diguyur hujan tanpa henti sekitar 6 jam lamanya.
Menurut rencana, begitu tiba di lokasi kita akan langsung mancing namun karena hujan yang semakin lebat kami terpaksa hanya mempersiapkan alat pancing masing-masing.
Sekitar pukul 23.10 hujan mulai reda, kami pun keluar untuk memancing sekedar untuk melepas penasaran sejak siang tadi. Berhubung khawatir hujan tiba-tiba turun lagi, kami hanya memancing di sekitar rumah, kebetulan rumahnya dekat jembatan.
Akhirrrrnya …… mulai deh memancingnya.
Arus yang sangat deras terus membawa umpan menuju ke arah laut, sehingga kenur sepanjang 150 meter nyaris terpakai habis.
Pukul 01.00 dini hari akhirnya kami menyerah dan pulang tanpa hasil.
Keesokan harinya ternyata cuaca masih belum bersahabat, sehingga kami memutuskan untuk mencari lokasi lain yang memiliki tempat untuk berteduh sehingga memungkinkan untuk tetap mancing walaupun sedang hujan.
Berdasarkan informasi dari tuan rumah kami akhirnya menuju ke sebuah pelabuhan kapal kecil, namanya pelabuhan Awerange. Dan terrrrnya …. disana sama sekali tidak ada tempat untuk berteduh dalam radius 500 meter dari lokasi pemancingan. Berhubung sudah terlanjur berada di lokasi dan hujan mulai reda, kami pun memutuskan untuk mulai memancing.
Belum sampai 15 menit hujan kembali turun dengan deras. Apa boleh buat, mancing tetap berlanjut meskipun harus berhujan-hujan ria…
Sekitar 1 jam kemudian hujan semakin lebat, kami pun semakin kedinginan dan terpaksa kami menyerah (lagi).
Entah sial atau memang lagi apes, dari semua anggota tim hanya bro Gassing yang berhasil membawa pulang ikan, itupun hanya dua ekor ikan kecil seukuran tiga jari. Ampuuuunnn……….
Akhirnya kami langsung pulang dan tiba di kota Maros sekitar pukul 16.30 wita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar